3 Jenis Traffic yang Harus Anda Miliki dalam Bisnis

Internet Entrepreneur

Dalam bisnis online traffic itu ibarat darah di dalam tubuh, kalau tubuh kekurangan darah, maka tidak akan bisa hidup.

Sama halnya ketika Anda menjalankan bisnis online, Anda tidak punya traffic, maka bisnis online tersebut lambat laun akan mati sendiri.

Lantas, apakah itu traffic?

Traffic itu adalah pengunjung yang datang ke toko online Anda maupun bisnis Anda.

Nah, ada 3 jenis traffic yang Anda perlu ketahui.

  • Pertama, traffic yang bisa Anda kontrol
  • Kedua, traffic yang tidak bisa Anda kontrol 
  • Ketiga, traffic yang menjadi hak milik Anda

Oke, mari kita mulai bedah satu-persatu.

Kita mulai dari traffic yang hak milik terlebih dahulu.

Ini adalah traffic yang paling penting.

Nah, contoh traffic yang menjadi hak milik itu seperti Email List.

Email list yang Anda dapatkan bisa dari followers Anda, pembaca Anda, atau customer Anda yang sudah membeli produk Anda maupun yang sudah menggunakan produk dan jasa Anda.

Nah, email list tersebut itu merupakan hak milik Anda, bisa disebut hak milik karena ketika Anda mengirimkan email atau Anda mengirimkan pesan, maka Anda bisa mendapatkan kunjungan secara instan.

Misalnya, Anda membuat blog post, Anda yang nulis, Anda juga yang upload, kemudian Anda blast ke email Anda, lalu Anda kirimkan ke messenger list Anda, maka Anda langsung mendapatkan kunjungan dari orang-orang yang Anda blast tersebut.

Dan Anda tidak perlu mengeluarkan biaya marketing sekalipun alias zero cost.

Nah, ketika awal memulai bisnis online saya dapat pelajaran penting dari guru-guru saya.

Mereka bilang kalau list itu adalah segalanya.

Waktu itu saya masih belum mengerti, mereka bilang “ketika list tumbuh, maka income akan ikut tumbuh”, ketika itu saya langsung shifting priority saya, saya langsung merubah prioritas saya bahkan ketika saya membangun bisnis online.

Maka yang pertama harus saya lakukan adalah build list.

Bangun list, bangun list, dan bangun list.

Nah, ketika bulan pertama saya bangun list, list saya waktu itu sekitar 1000-an, omset saya 10 juta, kemudian 10 ribu omset saya jadi 100 juta, 100 ribu omset saya jadi 1 miliar, dan terus bertambah seiring bertumbuhnya list.

Artinya revenue yang bisa dihasilkan per-list, ada di angka kurang lebih 10 ribu bahkan lebih.

Oleh karena itu sangat penting untuk Anda mengubah traffic yang Anda kontrol dan tidak bisa dikontrol menjadi traffic hak milik Anda secepat mungkin.

Anda harus meng-convert mereka menjadi pembeli Anda sebisa mungkin, karena semakin besar leads Anda, semakin banyak uang yang bisa Anda hasilkan.

Catat! Semakin besar leads Anda, semakin banyak uang yang Anda hasilkan.”

Nah, jenis traffic berikutnya, yang akan saya bahas adalah traffic yang bisa Anda kontrol. 

Nah, di traffic ini Anda bisa mengarahkan kemana traffic itu pergi, misalkan Google Ads, Anda beli iklan di Google, Anda beli ranking di Google, kemudian Anda masukin link, lalu Anda arahkan ke landing page atau ke halaman website Anda.

Jadi, Anda bisa mengarahkan calon pengunjung kemana mereka akan Anda arahkan.

Contoh lainnya, Facebook Ads, Anda bisa masukin link untuk diarahkan ke Facebook.

Ini adalah jenis traffic yang saya suka namun masalahnya adalah saya harus merogoh uang lebih banyak ketika menginginkan traffic yang lebih banyak.

That’s why saya selalu mengirimkan traffic ke halaman opt-in yang saya sebut dengan Squeeze Page.

Apa itu Squeeze Page?

Squeeze Page adalah halaman untuk men-collect email address dalam satu halaman khusus yang dibuat untuk mengumpulkan alamat email dari traffic yang Anda datangkan.

Dan ketika calon pembeli Anda sudah subscribe Anda, lalu Anda mendapatkan emailnya, maka Anda bisa mengirimkan email sequence untuk menjual produk maupun jasa Anda.

Kemudian untuk jenis traffic terakhir yang akan saya bahas adalah traffic yang tidak Anda bisa kontrol.

Nah, apa saja sih traffic yang tidak bisa di kontrol?

Penasaran kan?

Lihat selengkapnya disini ya!

Semoga bermanfaat 🙂

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *