Bagaimana Cara Mendapatkan Conversion Rate Landing Page yang Baik?

Internet Entrepreneur

Landing page memang penting sekali untuk mendorong pengunjung atau calon customer agar fokus pada satu produk dan segera melakukan transaksi di website kita.

Transaksi yang dimaksud itu misalnya membeli produk, mengisi formulir, atau mempelajari informasi yang diberikan. Berbicara tentang landing page, saya bisa tahu bagus tidaknya conversion rate sebuah landing page hanya dengan sekilas melihat.

Terdengar hebat sekali ya? Padahal enggak, hal itu bukan karena saya hebat atau apa, tapi karena memang ada anatomi tertentu yang harus diperhatikan agar landing page bisa convert dengan baik.

Dalam artikel ini, saya akan memberitahu Anda rahasianya. Tentang anatomi landing page seperti apa yang tingkat konversinya bisa lebih tinggi dibandingkan yang lain. Semua itu ada formulanya. Kemudian yang harus Anda lakukan hanya mengikuti formulanya step-by-step.

Berikut adalah 7 hal yang perlu Anda pahami untuk kemudian dilakukan demi mendapatkan  conversion rate yang baik.

Anda Harus Punya Hook dan Headline yang Menarik.

Sebelumnya, Anda harus tahu kalau perhatian manusia itu sangat singkat sekali. Microsoft corporation pernah meneliti bahwa perhatian manusia itu cuma 8 detik lamanya, kalah dengan ikan mas yang bisa 9 detik.

Jadi, saran saya, letakkan value proposition di bagian headline daripada landing page Anda. Kenapa harus begitu? Hanya ada 20% orang dari yang membaca headline Anda akan lanjut membaca landing page. Dengan kata lain, jika Anda tidak mampu menarik perhatian mereka menggunakan headline atau hook, maka say goodbye untuk conversion rate landing page Anda.

Itulah kenapa, cobalah bikin hook yang keren untuk menarik perhatian mereka agar terus membaca landing page Anda hingga selesai. Saya beri contoh gambar landing page saya di bawah ini. Anda bisa perhatikan headline simpel tetapi menarik (yang dilingkari warna merah). Di sebelahnya, terdapat gambar atau hook yang mendukung (lingkaran warna kuning).

source: dropshipaja.com

Lalu, pertanyaannya, bagaimana cara membuat hook yang menarik?

Setiap dari Anda pasti punya target audiens yang berbeda-beda. Hook yang menarik untuk audiens A belum tentu bisa menarik untuk audiens B. Begitupun sebaliknya. Tips dari saya adalah pastikan headline Anda jelas, singkat, dan to the point.

Kelihatannya memang lebih gampang membuat headline pendek dibandingkan panjang ya? Karena kosa kata yang sedikit dan nggak perlu banyak waktu.

Namun, jangan salah, realitanya, membuat sebuah headline yang panjang jauh lebih mudah. Justru ketika harus menjadikannya menjadi headline singkat, tanpa mengubah tujuan dari headline itu sendiri (barangkali 6-8 kata), dibutuhkan skill copywriting atau merangkai kata.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa harus headline pendek kalau ternyata malah menyusahkan? Karena jika headline Anda kepanjangan dan membosankan, maka Anda akan kehilangan audiens Anda. Sesimpel itu. As i said before, nggak banyak orang yang mau meluangkan waktu lama untuk memahami headline panjang. Apalagi membosankan.

Itu pengalaman saya pribadi, percaya atau enggak, silahkan buktikan sendiri.

Fokus pada Elemen Visual

Elemen visual yang dimaksud di sini seperti image, video, desain produk yang menarik, animasi dan semacamnya. Hal ini juga nggak kalah penting. Anggap saja Anda sudah berhasil membuat headline yang menarik, tetapi tidak ada gambar atau video yang mendukung?

Ya sama aja bohong. Untuk itu, sekalian totalitas kerjanya, maka Anda butuh menambahkan visual yang menarik sebagai pendukung headline kece tadi. Tujuannya untuk bisa membuat mereka terus bertahan di landing page Anda.

source: amelia.id

Gambar di atas adalah contoh elemen visual berupa video yang bisa Anda tampilkan di dalam landing page untuk menarik minat pengunjung. Biasanya, video-video animasi juga akan sedikit memberi sentuhan ‘lucu’ dan tidak membosankan ditonton. Tetapi, kembali lagi, semua elemen pendukung harus Anda sesuaikan dengan target audiens Anda.

Atau, Anda juga bisa memasukkan elemen visual lain berupa gambar produk yang menarik dan disertai dengan headline singkat. Coba perhatikan contoh gambar yang saya berikan di bawah ini.

source: dropshipaja.com

Anda memang tidak bisa cuma mengandalkan tulisan di sepanjang landing page. Karena masalahnya begini, Anda akan membutuhkan banyak kata untuk menjelaskan semuanya. Sementara di poin pertama tadi, kita sudah sepakat bahwa kalimat yang bertele-tele akan sangat membosankan. That’s why Anda memerlukan visual. Semakin bagus kualitas visual Anda, semakin Anda bisa mempertahankan mereka.

Jual Benefit, Bukan Jual Fitur

Analoginya begini, orang beli bor karena lubang. Dengan kata lain, orang-orang membeli sesuatu bukan karena fiturnya tapi karena benefitnya. Entah itu bisa menghemat waktu, uang, tenaga, and so on.

Coba perhatikan contoh gambar di bawah ini. Ia menampilkan benefit apa saja yang ditawarkan untuk pengunjung, alih-alih hanya fokus pada fitur produk.

source: amelia.id

Jadi, jika Anda lebih memilih mencantumkan produk semata dibandingkan benefit pada landing page, Anda perlu memikirkannya ulang dari sekarang. Karena hal itu akan membuat conversion rate Anda tidak akan tinggi.

Tapi perlu diingat, Anda tidak bisa sembarangan mencantumkan benefit. Sebelum melakukannya, Anda harus cari tahu problem dari target market Anda itu apa. Misalnya, Anda sudah tahu apa yang sedang mereka alami dan jika produk Anda bisa menyelesaikan masalah mereka, maka itu adalah benefit yang harus Anda cantumkan.

source: amelia.id

Seperti gambar di atas, landing page tersebut menampilkan benefit apa saja sebagai solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh target audiens.

Jangan Lupakan Call-to-Action

Kita nggak akan pernah bisa lepas dari yang satu ini.

Call-to-Action menjadi bagian penting lainnya. Untuk itu, pahami baik-baik dengan tidak menggunakan CTA yang bermacam-macam di landing page Anda. Cukup gunakan CTA yang spesifik sesuai dengan goal dari landing page Anda.

Untuk mempermudah Anda membayangkan bagaimana CTA yang simpel tapi bekerja dengan baik, saya akan memberikan contohnya lewat gambar di bawah ini. Setelah memberi penawaran kepada pengunjung lewat video, cukup berikan CTA singkat dan jelas seperti “MULAI JUALAN”. Hal itu tidak akan membuat pengunjung merasa bingung.

source: dropshipaja.com

Namun, perlu diingat, jangan ada link lain selain link CTA itu sendiri. Kenapa? Sebab itu hanya akan membuat audiens Anda bingung dan akhirnya keluar dari landing page Anda.

Jelas bukan itu yang diharapkan, bukan?

Sebagai referensi lain, saya akan memberikan contoh lainnya dalam landing page saya. Silakan diperhatikan dan dipelajari bagaimana saya menggunakan CTA simpel dalam landing page ini.

source: amelia.id

Kemudian, nanti polanya akan menjadi tersusun dan keren. Anda sudah membuat headline yang menarik, punya visual yang mendukung, sudah menjelaskan tentang benefit daripada produk Anda dan bagaimana produk Anda bisa membantu target market. Maka, selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah mengarahkan mereka untuk bertindak sesuai dengan yang Anda inginkan. Entah itu subscribe ke email list Anda, ambil penawaran Anda, daftar webinar/training Anda, dan sebagainya.

Tambahan sedikit tapi penting, Anda bisa saja punya CTA lebih dari satu di landing page Anda. Kuncinya tetap satu, pastikan instruksinya adalah sama. Linknya sama.

Gunakan Testimoni dan Social Proof Lainnya

Hal yang tak kalah penting adalah testimoni dan social proof lainnya untuk meningkatkan conversion rate di landing page Anda. Di bawah ini adalah contoh testimoni dalam bentuk video yang bisa Anda tampilkan dalam landing page. Gunanya untuk meyakinkan calon customer agar segera bertransaksi.

source: amelia.id

Atau, Anda bisa menampilkan testimoni dalam bentuk screenshot dari text pelanggan ke dalam landing page. Seperti gambar yang saya contohkan di bawah ini, misalnya.

source: amelia.id

Dengan adanya testimoni atau mungkin review dari orang lain, maka calon customer Anda akan mampu menilai sendiri apakah produk Anda bermanfaat untuk mereka atau tidak. Testimoni juga sangat powerful sekali dibandingkan dengan apapun yang ada di landing page Anda. Karena audiens cenderung lebih percaya customer Anda yang lain ketimbang Anda sendiri sebagai penjual.

Alasannya sederhana, sebab penjual kecap manapun akan selalu bilang kecapnya yang terbaik. Betul?

Tawarkan Garansi Uang Kembali

Bagian yang ini juga menjadi krusial. Ketika mereka tidak puas dengan produk atas jasa, permintaannya adalah garansi uang kembali. Tapi, nggak semua penjual berani menerapkan yang satu ini. Padahal, ini bisa menjadi solusi untuk mereka jika ada masalah dengan kepuasan customer.

Anda bisa lihat dari gambar di bawah ini di mana saya memberikan garansi uang kembali untuk customer di landing page (perhatikan lingkaran merah). Kalau mereka komplain, ya Anda harus menyelesaikannya, kan? Nah, biasanya jalan terbaik adalah dengan refund. Tidak harus tentang komplain sebenarnya, kadang garansi juga bisa membuat mereka yakin kalau kita nggak main-main dalam menjalankan bisnis.

source: mentoringaja.com

So, lebih baik tawarkan garansi refund di awal jika memang begitu. Trust me, conversion rate landing page dengan garansi refund akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan landing page tanpa garansi refund.

Gunakan Storytelling yang Menarik

Tips yang terakhir adalah storytelling. People love drama. Mereka suka cerita. Itulah alasan kenapa orang-orang betah nonton sinetron, kisah inspiratif yang ada nangisnya. Yeah that’s story. Storytelling sudah tidak asing lagi di dalam dunia marketing, selalu efektif and forever will be.

Perhatikan gambar di bawah ini yang bisa Anda jadikan contoh untuk belajar bagaimana cara menggunakan storytelling yang baik. Nggak usah terlalu dramatis, karena landing page Anda jelas bukan sinetron.

source: 21harikuliahig.com

Untuk itu, berusahalah membawa audiens Anda ke dalam drama. Drama yang menarik dan jelas harus menguntungkan.

Itulah 7 tips untuk meningkatkan konversi landing page Anda.

Jangan lupa, iklan semakin mahal, kalau Anda tidak mulai melakukan optimasi maka Anda akan ketinggalan.

So, selamat berjuang dan sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Sebarkan artikel ini di sosial media Anda jika bermanfaat!

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *