Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Ketika Memulai dari Nol

Internet Entrepreneur

Kebanyakan orang-orang terlalu takut jika mendengar kalimat ‘mengulang dari awal atau nol’.

Memang, melakukan hal sama yang kita sudah tahu bagaimana prosesnya mungkin terdengar sangat melelahkan ya? Tapi, mau tidak mau, kadang kita ‘terpaksa’ untuk melakukannya. Lalu, jika memang harus mengulang dari nol, apa sih yang harus kita lakukan?

Sebelum ngomongin hal tersebut terlalu jauh, saya ingin bertanya lebih dulu, seberapa banyak di antara kalian yang ingin menjadi seorang entrepreneur

Kalau saya sendiri, saya sudah tau saya akan jadi entrepreneur nantinya ketika usia saya masih belasan tahun karena memang senang bisnis dari dulu. Saya memulai karir saya dengan bekerja sebagai seorang guru les di kampung halaman, pernah jadi waiter restoran di negara orang, sales keliling, multi level marketing, dan akhirnya mendapatkan posisi dan gaji yang lumayan di salah satu perusahaan asing. Namun, saya memutuskan untuk resign dan full time di bisnis.

Why?!

Jawabannya simpel, karena saya memang senang dunia bisnis.

Saya memulai bisnis saya yang pertama di usia saya 20 tahun waktu itu di bidang kuliner. Sukses bangkrut dalam waktu 7 bulan dan positif dinyatakan BERUTANG. Well, katanya masalah orang dewasa itu dimulai ketika berani berutang, saya pikir ada benarnya juga karena setelahnya saya harus kembali kerja untuk melunasi hutang tersebut. Kemudian, tidak merasa kapok, saya memulai lagi bisnis ke-2 saya di kuliner lagi dan kembali sukses tutup setelah 9 bulan. 

So, poin saya begini, kalau Anda ingin berhasil menjadi seorang entrepreneur, Anda tidak bisa serta-merta bilang “oke fix, saya sudah memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur” dan berharap Anda bisa berhasil. Anda akan melakukan banyak kesalahan yang tidak perlu, walaupun tidak jadi masalah karena itu adalah bagian dari proses. Tapi berdasarkan pengalaman saya, itu bukan cara yang paling efisien dan efektif untuk menjadi seorang entrepreneur yang berhasil.

Kembali lagi ke topik awal tadi, apa yang akan saya lakukan jika saya harus memulai dari awal lagi?

Inilah hal-hal yang akan saya lakukan jika harus mulai dari awal.

Bekerja di New Startup

Untuk 5 tahun pertama, saya akan bekerja dengan orang lain terlebih dulu. Mungkin Anda berpikir, ngapain saya harus bekerja sama orang? Trust me, dengan bekerja di tempat orang terlebih dulu di usia Anda yang masih muda, Anda akan belajar banyak sekali hal baru yang nantinya bisa Anda gunakan begitu Anda terjun untuk membangun bisnis Anda sendiri. Anda tidak perlu melewati masa trial error yang menyakitkan dan menghabiskan banyak sekali waktu, uang, dan tenaga.

Namun, bukan berarti Anda bisa sembarangan memilih perusahaan dimana Anda bekerja nantinya. Dalam dua tahun pertama, saya akan memilih perusahaan atau startup yang masih muda. Yang baru mulai dibangun. Kenapa? 

  • Lebih longgar requirement-nya untuk bisa masuk bekerja di sana. Juga akan lebih diutamakan jika Anda punya skill. Apalagi jika Anda tidak kuliah karena saya juga mengalaminya. 
  • Menyediakan banyak sekali space dan kesempatan buat kita untuk belajar ketimbang perusahaan yang sudah stabil. Anda akan belajar bagaimana build something from zero, set up workflow-nya seperti apa, recruitment-nya seperti apa and so on. Kalau bisa jadilah seorang superman di sebuah startup yang masih baru berdiri karena Anda akan belajar banyak sekali dan itu sangat priceless. We don’t talk about salary here. Dua tahun pertama, fokus di pembelajaran. Fokus di pengalaman.
  • Di startup yang masih muda seperti itu, Anda juga akan belajar bagaimana sebuah company bisa survive, apa saja yang mereka lakukan untuk mempertahankan kelangsungan company mereka, cara menghemat anggaran, problem solving-nya seperti apa and so on

Melangkah ke Perusahaan Besar

Berbekal pengalaman yang Anda dapatkan di perusahaan sebelumnya, Anda bisa melamar ke perusahaan besar seperti Astra, Unilever, Telkom, Indofood dan lain-lain sesuai dengan bidang masing-masing. 

Kemudian Anda akan belajar bahwa Anda tidak butuh one man show untuk membangun bisnis miliaran ataupun triliunan. Anda akan belajar untuk menyasar target market yang tepat seperti apa. Anda juga akan belajar bagaimana berpolitik dalam kantor (mau nggak mau). Anda akan belajar bagaimana Anda close deal dengan perusahaan besar lainnya, build relationship-nya seperti apa dan masih banyak yang bisa Anda pelajari dari sebuah perusahaan besar. Even perusahaannya jelek sekalipun, Anda tetap akan mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga.

Bangunlah Perusahaan Bersama Patner

Anda sudah bekerja selama 5 tahun dengan berbagai orang yang latar belakangnya berbeda-beda. Lalu, Anda bisa menggunakan pengalaman tersebut untuk membangun perusahaan Anda sendiri. Anda juga bisa menggunakan relasi yang sudah Anda dapatkan untuk membantu dalam hal perekrutan.

Selain itu, Anda bisa hijack jika memang diperlukan untuk membangun super team Anda. Anda mungkin tidak bisa memberikan mereka gaji yang lebih tinggi daripada di perusahaan sebelumnya tapi Anda bisa memberikan ekuitas untuk mereka.

One more thing, Anda tidak akan punya waktu yang cukup untuk membangun sebuah perusahaan besar sendirian. Trust me. Anda butuh co-founders yang bisa satu visi dengan Anda dan mau berjuang bersama-sama all out untuk perusahaan yang kalian bangun bersama.

Dengan begitu, Anda akan melihat learning dan growing curve yang jauh lebih cepat jika Anda memutuskan untuk membangun sebuah perusahaan dari nol bermodalkan pengalaman dan relasi yang sudah Anda dapatkan terlebih dulu dengan bekerja di perusahaan orang lain.

Ini purely opini saya, karena saya tau rasanya gimana memulai sebuah bisnis tanpa pengalaman dan relasi. Kami bisa sampai hari ini karena kami mempelajari semuanya dengan cara yang sangat tidak mengenakkan dan hopefully artikel ini bisa membantu Anda membuat planning yang matang sebelum mulai membangun company Anda sendiri.

Itulah beberapa hal yang harus Anda pahami dan lakukan jika terpaksa mengulang semuanya dari nol.

Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di artikel lainnya!

Share artikel ini kalau Anda merasa bermanfaat!

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *