Bisnis Informasi: Startup-nya Startup

Internet Entrepreneur

Mayoritas orang mengetahui bisnis hanya bergerak di bidang properti, sembako, biro jasa, teknologi, dan bidang-bidang common lainnya.

Sekarang, kesampingkan dulu semua jenis bisnis tersebut, karena saya akan berbagi sebuah peluang bisnis yang kekinian banget, yaitu bisnis informasi atau information business. Saya juga akan beri alasan kenapa Anda sebaiknya menjalankan information business ini dan bagaimana cara memulainya.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda pahami tentang bisnis informasi.

Bisnis Informasi Tidak Membutuhkan Venture Capitalist

Bagi saya sendiri, bisnis informasi itu seperti startup-nya startup. Sudah jadi rahasia umum dong bahwa kebanyakan startup itu membutuhkan venture capitalist (VC) untuk mendanai mereka.

Namun, kabar baiknya, kalau Anda membangun sebuah bisnis atau startup yang menjual informasi, Anda tidak membutuhkan venture capitalist sama sekali. 

WOW.

Memangnya bisa?

Bisa. Banget. 

Eits, ada tapinya, Anda wajib tahu cara mainnya.

Okay, supaya Anda nggak kebingungan banget, saya akan memberikan contoh dari salah satu perusahaan saya yang bergerak di bisnis informasi. Dulu, sempat beberapa kali kami mendapatkan penawaran pendanaan dari berbagai pihak, tetapi kami menolaknya karena memang tidak butuh. 

Kalau Anda bertanya kenapa tidak butuh, maka saya akan bertanya kembali, kenapa harus butuh? 

Karena hingga titik ini (sudah berjalan 5 tahun) kami masih bisa grow company kami dengan bootstrapping (tanpa bantuan venture capital).

Intinya balik lagi ke syarat wajib di awal tadi, Anda harus tahu cara mainnya.

Menjual Produk Informasi yang Mereka Butuhkan

So, apa sebenarnya bisnis informasi itu? Wujudnya seperti apa sih? Apakah jual beli informasi orang-orang dalam? Atau jangan-jangan jual-beli informasi data pribadi seperti yang banyak dilakukan oleh instansi-instansi tertentu?

Basically, bisnis informasi itu adalah bisnis di mana Anda menjual produk informasi yang Anda kemas sedemikian rupa kepada mereka yang membutuhkan. Misalnya, Anda mengambil pelajaran hidup yang sudah Anda dapatkan. Kemaslah dengan cara menarik dan sesuaikan dengan siapa yang Anda tuju. Atau, Anda bisa mengemas skill yang sudah Anda pelajari menjadi sebuah produk informasi untuk coaching maupun jadi konsultan.

Bisnis Informasi Hanya Butuh Modal Passion

Menjalankan bisnis informasi ini tidak butuh modal yang gimana-gimana untuk memulai. Apalagi venture capital. Jadi, apa yang Anda butuhkan? Jawabannya adalah passion. Dengan begitu, secara naluri, Anda akan belajar bagaimana menjual cerita Anda sehingga orang lain tertarik untuk membeli produk tersebut.

Ketika Anda baru pertama kali mengenal dunia internet marketing, biasanya Anda akan mulai terbiasa dengan yang namanya produk informasi ini. Sebab bisnis informasi adalah model bisnis yang paling mudah untuk dimulai dengan margin yang sangat tinggi karena Anda cukup bikin sekali dan bisa dijual berkali-kali dengan biaya HPP yang sangat rendah. Misalkan, tutorial google ads, tutorial facebook ads, dan masih banyak lagi produk informasi sejenis di setiap niche di luar sana seperti tutorial melatih anjing, rahasia diet tanpa olahraga misalkan.

Saya punya banyak cerita untuk Anda tentang bagaimana followers saya mengenali bakat mereka, melakukan apa yang mereka cintai dan mengemasnya menjadi produk informasi untuk dijual ke orang lain yang membutuhkan. 

Ada yang mengajarkan bagaimana caranya main gitar, caranya membentuk body yang six-pack, ada juga yang bermain di niche yang sangat spesifik yaitu mengajarkan bagaimana caranya melamar kerja agar diterima oleh perusahaan. 

Tahu apa hasilnya?

Mereka punya penghasilan minimal puluhan juta hingga ratusan juta setiap bulannya dengan margin di atas 50%!

Saya melihat ada satu kesamaan di antara mereka semua, yaitu keberhasilan membangun sebuah bisnis yang mereka cintai dan pada saat yang bersamaan mereka bisa membantu orang lain untuk mencapai hasil yang diinginkan. Terus bonusnya adalah uang. Tapi tetap, yang menjadi kata kuncinya adalah bahagia. Mereka bahagia dalam menjalankan bisnis ini. Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada bangun setiap pagi dan mengerjakan sesuatu yang memang Anda cintai, bukan?

Kalau Anda bertanya, bagaimana cara mereka melakukan itu?

Pola yang mereka lakukan kurang lebih sama. Mereka mendokumentasikan diri mereka, rekam video, upload di Youtube. Pada awalnya memang tidak ada yang peduli. Tapi mereka terus melakukannya non-stop. Tidak menyerah. 

Kok bisa? Memangnya nggak merasa gagal atau capek?

Capek sudah pasti, merasa down mungkin iya, tapi semua tetap harus dilakukan, ya karena passion! Kalau Anda sudah passion, maka Anda tidak lagi peduli viewers atau followers Anda berapa. Anda akan fokus ke diri Anda sendiri. Fokus ke apa yang Anda cintai. 

Trust me

Mereka pun begitu. Usaha tanpa henti. Kemudian seiring berjalannya waktu, mulai ada yang memperhatikan. Video-video yang mereka upload mulai menarik perhatian avatar mereka. Followers mulai berdatangan dari 10 followers jadi 100 kemudian 1000, 10000 dan seterusnya. 

Begitulah rata-rata mereka memulai bisnis informasi mereka.

Jangan Menyerah dan Jangan Lupa Kontribusi!

Perjalanan saya pun nggak berbeda dengan mereka tadi dalam memulai bisnis informasi ini. Senang dengan topik tertentu, kemudian mulai mengulik. Belajar, baca buku, riset, trial dan error, praktek, dengerin podcast dan melahap banyak informasi. 

But let me tell you this, akan ada satu titik di mana setelah kita mempraktekkan semua informasi yang sudah kita dapatkan, kita merasa stucked dan berhenti bertumbuh. Saya sarankan jangan menyerah, justru itulah saatnya Anda harus fokus kepada kontribusi buat orang lain. Tidak lagi fokus kepada pengembangan diri sendiri. Karena dengan membantu orang lain untuk tumbuh, maka kita bisa terus ikut serta untuk tumbuh.

Kontribusi Adalah Kunci Untuk Terus Bertumbuh

Saya juga memahami hal ini pertama kali ketika saya masih aktif bermain tenis meja dulu di bangku SMP. Saya latihan setiap hari, nonton video-video pemain kelas dunia dan mempraktekkan teknik spin, smash, chop mereka.

Kemudian suatu saat saya diminta untuk melatih adik-adik kelas. Pada awalnya agak susah menjelaskan kenapa smash atau chop-nya tidak berhasil. Tapi seiring saya melatih mereka, saya mulai memperhatikan dan akhirnya tahu apa penyebab ketidakberhasilan mereka dalam smash atau chop, yakni “Oh, ayunan tangan kamu salah. Seharusnya melengkung dari bawah ke atas.” atau “Oh, posisi berdirimu salah. Harus pasang kuda-kuda.” 

Pengalaman dan pengetahuan tersebut akhirnya mampu membuat saya menjadi seorang coach yang lebih baik daripada sebelumnya. Oleh karena itu, saya berpikir, dengan membantu orang lain berhasil, maka pada saat yang bersamaan saya juga bertumbuh.

Nah, hal yang sama berlaku dengan memulai bisnis informasi. Pertama, Anda harus passion terlebih dulu di satu topik karena Anda tidak mungkin betah mempelajari dan mengajarkan sebuah topik yang Anda sendiri tidak senangi. 

Setuju?

Belajar dari Kesalahan Orang Lain

Apakah Anda adalah tipe yang takut melakukan kesalahan?

Dulu, sebelum berhasil seperti sekarang, saya pernah melakukan kesalahan juga lho. Waktu itu saya mencoba untuk menekuni niche body building dan weight loss. Saya memaksakan diri untuk masuk ke niche ini dengan alasan banyak duitnya. Selain itu, saya juga berpikir karena saya suka nge-gym, padahal belum sampai di tahap passionate banget dengan dunia gym. Akhirnya, saya sendiri tidak enjoy melakukan bisnis itu. Setiap kali mau bikin konten, saya sudah mager duluan. Semuanya berujung kandas di tengah jalan. 

Coba lihat, saya habisin waktu, uang dan pikiran. Untuk itu, saya juga berharap Anda tidak mengulangi kesalahan seperti saya dulu setelah Anda membaca cerita ini. 

Jadi, bisa disimpulkan, bahwa nggak masalah Anda memilih berhenti kerja dan ingin memulai bisnis sendiri, tapi Anda harus passionate di dalamnya. Jangan hanya karena uang.

Supaya nanti kedepannya, setelah Anda belajar, riset, trial and error, praktik karena passion, Anda akan menyadari Anda tidak lagi bisa bertumbuh jika belajar sendirian. Maka di saat itulah Anda shifting focus Anda dari pengembangan diri jadi kontribusi dengan membantu orang lain yang akan membuat Anda terus bertumbuh.

Selamat mempraktekkan!

Kalau Anda menyukai artikel ini, jangan lupa share di sosial media Anda!

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *