Cara Mendapatkan Lebih Banyak REAL Likes Di Instagram

Internet Entrepreneur

Followers dianggap sebagai penentu kesuksesan dalam berbisnis online oleh beberapa orang.

Apakah Anda juga selalu memperhatikan jumlah followers akun instagram? Sebab Anda berpikir, dengan naiknya followers, maka naik pula jumlah orderan.

Kalau betul begitu, Anda sebaiknya mulai berhenti terpaku pada angka followers. Memang, followers itu penting untuk mempercantik akun di mata user lain. Namun, Anda harus mulai mengenal keajaiban lain, yaitu engagement. 

Ya, bagi saya dan tim yang sudah mempraktekannya selama bertahun-tahun, engagement jauh lebih penting dan berhasil mengembangkan akun bisnis daripada jumlah followers.

Lalu pertanyaannya, apa itu engagement?

Begini, Anda pasti sering menemui akun dengan ribuan atau bahkan ratusan followers, tetapi kolom komentar hanya terisi puluhan komen? Atau mungkin, baik likes dan komentarnya banyak, tetapi ketika Anda mencari tahu review tentang produk yang dijual, tak sebagus dan seramai jumlah followers, likes dan komennya. 

Itulah yang disebut engagement. Followers palsu bisa Anda dapatkan dengan harga yang sangat murah, tetapi ikatan antara Anda dan calon-calon pembeli (followers—red) Anda? Itu tidak bisa dibeli, melainkan dibangun. Sementara bagi para pebisnis online yang menjadikan instagram sebagai ladang uang, engagement sangatlah penting. 

Sebagai contoh, Anda bisa memperhatikan gambar postingan saya di bawah ini di mana yang dilingkari warna biru adalah jumlah likes, kuning untuk komentar, dan hijau adalah seberapa banyak postingan saya di-save. Ini adalah salah satu contoh postingan yang berhasil membangun engagement dengan followers karena melibatkan mereka untuk berinteraksi. Baik dengan nge-like, komen atau bahkan menyimpan postingan saya.

Kemudian, jika Anda sudah berhasil membangun hubungan dengan followers, dengan kata lain postingan Anda sudah banyak yang like, komen, dan save, maka Anda bisa melihatnya di insight, seberapa berhasilnya usaha Anda tersebut mendatangkan followers (Anda bisa melihat angka yang diblok warna merah).

Nah, di tulisan kali ini, saya akan bahas cara untuk membangun engagement supaya bisa mendapatkan likes dan comment yang REAL, bukan dari hasil beli.

Berikut adalah 7 tips yang perlu Anda pahami untuk menaikkan engagement rate akun Anda.

Maksimalkan postingan Anda

Hal pertama yang harus Anda perhatikan dan maksimalkan adalah apa yang Anda posting. saya menyebutnya sebagai konten. Jadi, sebelum Anda upload sesuatu, pastikan postingan itu sesuai dengan target audiens Anda. Kemudian jangan lupa, beri apa yang memang akan mereka suka atau sekadar ingin tahu.

Jika di akun saya pribadi, saya membagikan konten yang berhubungan dengan dunia marketing dan entrepreneurship. Kenapa? Karena saya tahu target market saya memang mereka yang menyukai kedua hal itu. 

Begitupun dengan Anda. Jika target audiens Anda, let’s say adalah pecinta K-Pop, maka postinglah sesuatu yang berhubungan dengan itu. Misalnya foto idol, atau merchandise, seperti gambar di bawah ini.

Kedua, perhatikan caption. Ketika kita membuka sebuah postingan baru yang diunggah oleh seseorang yang kita follow, selain dari postingannya, kita pasti akan membaca caption di bawahnya. Begitupun dengan para followers Anda. Sebagus apapun editing Anda untuk sebuah foto atau video, kalau Anda tidak bisa mengajak ‘ngobrol’ mereka lewat caption. Maka, mereka akan berpikir Anda tidak ramah. 

Kedua, perhatikan caption. Ketika kita membuka sebuah postingan baru yang diunggah oleh seseorang yang kita follow, selain dari postingannya, kita pasti akan membaca caption di bawahnya. Begitupun dengan para followers Anda. Sebagus apapun editing Anda untuk sebuah foto atau video, kalau Anda tidak bisa mengajak ‘ngobrol’ mereka lewat caption. Maka, mereka akan berpikir Anda tidak ramah. 

Saya akan mencontohkannya dengan salah satu postingan saya yang berhasil menarik followers untuk ngobrol. Di bawah ini Anda bisa melihat postingan saya mendapatkan sebanyak 743 comments (angka dalam lingkaran biru) damn sudah ditonton sebanyak 112k kali (angka dalam lingarang hijau).

Hal ini membuktikan bahwa caption yang saya gunakan berhasil menarik mereka untuk berkomunikasi. Saya tidak menambahkan caption yang berlebihan pada postingan itu, cukup sederhana tapi usahakan memancing mereka untuk komen.

Ketiga, jika Anda seorang selebgram, Anda bisa memanfaatkan fitur lokasi agar followers Anda tahu tempat Anda mengambil foto itu atau menganggap disitulah Anda saat ini. Ini juga akan memudahkan Anda ditemukan ketika mereka searching di lokasi tersebut. Saya mencontohkannya dengan foto yang saya ambil ketika saya dan partner saya pergi ke Penrith, Crumbia.

Terakhir, mulai sekarang, cobalah tag akun-akun besar atau bahkan yang sudah ter-verified yang ada di space Anda, sehingga postingan Anda bisa turut muncul di akun mereka di bagian tags. Dengan begitu, exposure Anda akan meningkat tanpa perlu keluar biaya alias gratis!

Pada contoh gambar di atas, Anda bisa lihat Rico Huang nge-tag akun Vincent Raditya, seorang pilot juga youtuber yang sedang naik daun. Jadi, kemungkinan besar orang-orang yang melihat di bagian tags sang youtuber dan pilot tersebut, juga akan menemukan postingan Rico. Menarik kan? Sementara Anda silahkan cari tahu akun-akun besar yang sekiranya masih memiliki kesamaan target audiens atau yang memang Anda pikir banyak orang yang mencari tahu akun tersebut.

Pastikan Anda selalu menggunakan Call-To-Action di akhir caption Anda.

Kalimat call-to-action (CTA) berfungsi untuk mendorong user atau target audiens agar terlibat dalam bisnis atau tujuan yang Anda tetapkan. Biasanya, saya menggunakan kalimat ajakan kepada audiens saya untuk berkomentar dan tag temannya. Itu dapat menaikkan exposure. Anda bisa melihatnya dalam gambar yang saya contohkan ini.

CTA itu sendiri ada bermacam-macam. Contohnya , Beri saya love jika Anda setuju, double tap kalau Anda juga begitu, Comment YES jika Anda mau, dan masih banyak lainnya. Anda bisa pilih dan sesuaikan dengan target audiens. Jangan lupa juga untuk memastikan mereka komen karena komentar juga sangat membantu. Baca di tips yang ketiga setelah ini.

Balas setiap komentar dalam 30 menit pertama setelah Anda upload.

Kenapa harus 30 menit? 

Setelah saya dan tim trial and error, ternyata Algoritma Instagram di tahun 2019, memang bekerja seperti itu. Dalam 30 menit pertama setelah Anda upload, Instagram akan melihat engagement Anda untuk menentukan apakah postingan itu pantas atau tidak mendapatkan reach lebih tinggi.

Lagipula, terlepas dari algoritma Instagram, menurut saya berinteraksi dengan followers itu penting. Kita bisa lebih dekat secara emosional dengan mereka. Sesimpel itu. Anda tidak bisa berhasil di Instagram jika tidak pernah mau meluangkan waktu untuk mereka. Tidak perlu berlebihan, cukup say thank you agar mereka tau Anda mengapresiasi keberadaan mereka.

Ngomongin soal interaksi dengan followers, saya dan tim punya semacam to-do-list yang harus dilakukan setiap hari. Jika Anda menginginkan to-do-list ini, Anda bisa download PDF-nya disini

Jangan lupa untuk tambahkan hashtag.

Sering kali orang fokus pada editing foto atau video, hingga lupa kalau instagram juga punya fitur lain yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah hashtag. Membuat hashtag yang relevan memungkinkan postingan Anda muncul di timeline user Instagram lain ketika mereka sedang mencari kata kunci menggunakan hashtag yang sama. 

Yang perlu diingat, pastikan hashtag yang Anda gunakan benar-benar menarik dan sesuai dengan target audiens. Atau, setidaknya buatlah hashtag yang orang banyak cari tahu.

Posting di saat prime time.

Waktu juga penting untuk Anda perhatikan. Anda harus tahu kapan waktu terbaik untuk upload sehingga postingan Anda bisa dilihat oleh mereka. 

Jika di akun saya sendiri, prime time ada pada pukul 11 pagi, 3 siang dan 7 malam. 
Mungkin, jika target audiens Anda adalah pecinta bola, maka prime time bagi Anda ada di jam 6 malam, 12 malam dan 2 subuh.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui kapan waktu terbaik posting? Anda bisa mengunjungi bagian analytic akun Instagram Anda. di sana Anda akan menemukan hari dan juga jam, bahkan akan diberitahu ada berapa banyak orang yang online pada saat itu.

Sebagai catatan kecil tetapi penting yang harus Anda ingat, biasanya kebiasaan online user Instagram akan sedikit berbeda antara weekend dengan weekday.

Share di Story.

Tidak seperti algoritma Instagram yang ketika Anda post, postingan Anda tidak langsung terlihat di feed followers Anda, story mempunyai keunggulan sendiri. Begitu Anda share di instagram story, followers Anda bisa melihatnya sebab Instagram story itu sifatnya kronologis.

Jadi, Anda akan dengan mudah dan cepat mendapatkan likes dan comment di new post Anda, terutama dalam 30 menit pertama setelah Anda upload.

Evaluasi performance post Anda

Nah, akhirnya kita sampai di tips terakhir, yaitu evaluasi. Hal ini sangat penting Anda lakukan untuk mendapatkan informasi tentang postingan Anda dan me-review-nya beberapa hari setelah Anda posting. Anda bisa melakukannya dengan mengunjungi insight di akun Instagram Anda.

Pada gambar yang saya contohkan di atas, Anda bisa melihat macam-macam informasi. Mulai dari jumlah followers (yang diberi warna biru), total orang yang berhasil Anda reach dari postingan tersebut (bisa dilihat dalam warna hijau), orang yang mengunjungi profil Anda (yang diberi warna merah) maupun dari hashtag, serta orang yang share post Anda, dan masih banyak lainnya.

Kemudian Anda mungkin bertanya ‘apa gunanya data-data seperti ini’?

Dengan me-review data-data seperti ini, Anda bisa mendiagnosa kemungkinan penyakit yang ada.

Misalnya begini, jika Anda melihat ternyata banyak yang mengunjungi profil Anda dari satu postingan tapi ternyata tidak ada yang mem-follow Anda, mungkin sebelumnya Anda menggunakan hashtag yang tidak relevan.

Dengan data, kita bisa mengambil keputusan yang lebih objektif untuk memperbaiki dan terus meningkatkan akun bisnis kita. Karena perlu diingat, data adalah return terbaik di dalam online marketing dibandingkan dengan offline marketing.

Itulah 7 tips yang bisa meningkatkan engagement akun instagram Anda. Semoga bermanfaat dan selamat mempraktekkan. 

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *