kalau semua jadi pengusaha

Kalau Semua Jadi Pengusaha

Halo temen2. Dengan saya Aaron Blenda.

Di kesempatan kali ini, saya akan menjawab salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke saya.

“Ron, kamu kan punya tim. Kok kamu selalu mengkampanyekan temen2 karyawan untuk jadi entrepreneur sih? Gimana kalau tim kamu nantinya jadi entrepreneur semua? Siapa yang jadi karyawan?”

Pertanyaan ini lucu sebenarnya.

Pertama, apakah semua orang bisa saya hasut untuk jadi entrepreneur? 

Ya kaga lah! Emang kalian pikir saya ini empunya teroris yang jago brain wash?

Kalau semua orang itu pada dasarnya berani, maka jumlah pengusaha di Indonesia tidak mungkin Cuma 3% dari total penduduknya.

Sedangkan negara tetangga itu minimal 5%. Singapura 7%.

Kedua, entrepreneur itu tidak cocok untuk semua orang.

Ada orang yang nyaman dengan gaji tetap, ada yang tidak nyaman.

Ada yang nyaman dengan rutinitas, ada yang bosan.

Ada yang nyaman dengan waktu kerja yang pasti, start jam 9 selesai jam 5.

Dan sebaliknya ada yang merasa tidak apa saya kerja tanpa mengenal waktu.

Ada yang merasa aman karena statusnya karyawan, ada pula yang justru merasa tidak aman jika mereka terus menjadi karyawan.

Dan semua itu tidak ada salah ataupun benar. Hidup itu pilihan.

Ketiga, saya tidak mendidik tim saya untuk selamanya menjadi karyawan.

Setiap ada kesempatan, saya selalu mengajari mereka apa yang saya tahu khususnya di dalam dunia bisnis online.

Saya tidak pernah pelit ilmu supaya bisa jadi bekal untuk masa depan mereka nantinya.

Siapa tau mereka punya niat untuk membantu lebih banyak orang dengan membuka lapangan pekerjaan? Iya toh?

“Tapi ron, kalo tim kamu jadi pinter nanti buka bisnis sendiri gimana?”

Lah, terus kalo kamu hire tim dan biarkan mereka bego, yang bego siapa? Mikir!

“Terus Ron, pasti ada kan karyawan yang kamu ajak untuk grow bareng dan bertahan di perusahaan? Katanya kamu ga didik mereka terus menerus jadi karyawan?”

Nah ini masuk poin keempat.

Meskipun ada pentolan-pentolan atau ibaratnya jendral yang saya angkat di perusahaan, itu karena sudah saya persiapkan mereka untuk menjadi core team dari perusahaan.

Prospek mereka ke depannya adalah mendapatkan jabatan, tunjangan, hingga pembagian hasil yang tidak kalah dengan memulai start up sendiri.

“Oh gitu ya Ron. Oke deh saya tetap jadi karyawan saja. Jadi pengusaha ribet.”

#tepokjidat

P.S. Di buku terbaru saya ada segudang rahasia bagaimana saya bisa mengubah skill dan passion saya menjadi bisnis yang profitable.

Klik link disini https://www.turnpassionintoprofit.id untuk beli bukunya dan bangun kerajaan bisnis lewat passion yang Anda punya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *