Kunci Keberhasilan Sales Funnel

Internet Entrepreneur

Pernah mendengar istilah “tak kenal maka tak sayang”?
Kalau istilah ini sering kita dengar ketika mau pdkt sama calon gebetan.

Nah, kalau dalam berbisnis biasa disebut Customer Journey.
Apa itu Customer Journey?
Yaitu merupakan perjalanan si calon pembeli yang awalnya belum kenal Anda, hingga mereka kenal Anda, dan akhirnya mereka membeli produk Anda.

Sebelum calon pembeli Anda akhirnya membeli produk Anda, maka Anda harus melakukan pendekatan secara bertahap dengan calon pembeli Anda.

Kalau dalam hal nyari jodoh, kita harus tau bibit, bebet dan bobotnya.
Nah, calon pembeli Anda juga begitu.

Ketika ingin membeli produk Anda, mereka harus tau Anda seperti apa.
Apakah Anda bisa memberikan solusi untuk mereka atau tidak.
Nah itu pentingnya Customer Journey untuk Anda.

Karena dengan mengetahui posisi dimana mereka berada, maka Anda bisa menyampaikan solusi yang cocok, yang sesuai dengan kondisi mereka pada saat itu.

Di setiap “Perjalanan Customer” Anda, Anda akan melalui beberapa tahap yaitu Cold Traffic, Warm Traffic dan Hot Traffic.

Oke mari kita bedah satu-satu.

Cold traffic: adalah traffic yang dimana calon pembeli Anda belum tau apa masalah mereka, mereka masih unaware dengan masalah mereka dan mereka juga belum kenal dan belum tau siapa Anda. 

Warm traffic: kalau warm traffic itu artinya, mereka sudah pernah melihat Anda, mereka sudah tau masalah mereka, hanya saja mereka belum menemukan solusinya. 

Hot traffic: mereka sudah tau siapa Anda, sudah tau Anda bisa membantu mereka, mereka sudah tau apa solusinya, hanya saja mereka belum membeli dan take action untuk belajar dari Anda.

Saya beri satu contoh, misalnya saya bermain di market “Internet Marketing”.  
Kemudian sub marketnya adalah Facebook Ads.
Kemudian Blue Ocean Niche nya adalah pedagang grosir.

Untuk Cold Trafficnya sendiri adalah para pedagang grosir yang belum tau apa masalah mereka, mereka yang tau penjualan mereka sepi, tapi mereka belum menemukan permasalahannya dimana, bahkan mereka sama sekali belum tau ada masalah di bisnis mereka sendiri. 

Kemudian memasuki ke tahap Warm Traffic yang dimana mereka sudah melihat iklan Anda dan mereka sudah tau Facebook Ads adalah kunci atau jawaban dari permasalahan mereka, hanya saja mereka belum action tapi mereka sudah menunjukkan bahwa mereka punya minat untuk mencoba Facebook Ads.

Setelah itu lanjut ke tahap Hot Traffic yang dimana mereka itu sudah tau apa yang menjadi permasalahan mereka dan mereka sudah tau kalau Anda bisa membantu, hanya saja mereka belum berani untuk membeli produk maupun jasa Anda.

Apa sampai sini Anda sudah paham?

Oke, saya beri satu contoh lainnya, di Alona, kita punya funnel sendiri untuk Cold Traffic, jadi funnel itu berbicara tentang bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan penghasilan dari internet.

Nah, setelah mereka di edukasi di bagian Cold Traffic, maka kita akan masukkan mereka ke funnel bagian Warm Traffic.

Di funnel tersebut berbicara tentang dropshipping, bagaimana dropshipping itu bisa mendatangkan penghasilan.
Kemudian setelah mereka ngerti apa itu dropshipping, lalu kita arahkan mereka ke funnel berikutnya, misalkan kita mengajarkan mereka untuk melakukan pemasaran di Facebook Ads, Instagram Ads dan sebagainya.

Inilah alasan kenapa sebelum Anda memulai bisnis, Anda harus benar-benar menyiapkan funnel Anda sendiri. 

Mulai dari Cold Traffic kemudian Warm dan Hot Traffic.
Karena dengan funnel ini, Anda akan merasakan perubahan yang sangat drastis. 
Jika selama ini bisnis Anda sepi pembeli, maka dalam waktu sekejap bisnis Anda akan ramai pembeli.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *