Paid Traffic VS Free Traffic, Pilih Mana?

Internet Entrepreneur

Jualan online itu susah-susah gampang.
Gampangnya, Anda hanya perlu mengambil gambar produk Anda, kemudian beri sedikit keterangan, setelah itu Anda upload.

Namun, hal yang Anda anggap gampang ternyata tidak segampang itu.
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, jualan online itu susah-susah gampang.
Susahnya adalah ketika Anda harus menentukan channel pemasaran apa yang bagus.
Karena banyak sekali pebisnis online yang bingung harus fokus pada channel seperti apa.

Dulu saya harus menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari channel Facebook atau Instagram, Google Ads atau Facebook Ads, dan memilih mana yang lebih murah.

Nah, sebelum Anda mempelajari lebih jauh tentang channel pemasaran, Anda harus tahu terlebih dahulu tentang traffic.

Apa itu traffic?
Traffic itu sendiri adalah pengunjung atau calon customer potensial, yang Anda datangkan ke landing page Anda.

Bagi Anda yang tidak tahu apa itu landing page, landing page adalah halaman yang dibuka oleh user setelah mereka mengklik sesuatu.

Ibarat seperti restaurant, jika Anda menginginkan lebih banyak customer yang datang ke restaurant Anda, apa yang kira-kira bisa Anda lakukan?

Nah, disini Anda bisa menggunakan dua metode marketing.
Pertama, metode gratisan atau yang biasa disebut Free Traffic.
Contohnya seperti, Anda minta karyawan Anda untuk berdiri di luar toko sambil nyebarin brosur.
Atau memegang promotion board.
Atau juga mempromosikan bisnis restaurant Anda di halaman Facebook.
Dan Anda juga bisa mengajak customer Anda untuk meninggalkan review di aplikasi makanan, seperti, TripAdvisor.

Banyak cara menggunakan Free Traffic.
Tapi saya hanya akan membahas beberapa saja yang paling populer dan paling sering digunakan oleh orang-orang.

Yang pertama, adalah konten marketing.
Anda dapat mendatangkan pengunjung dengan membuat konten-konten yang bagus dan bermanfaat.
Entah itu di Facebook, Youtube, Instagram, Blog dan lain-lain.
Konten-konten tersebut disesuaikan dengan niche Anda sendiri.
Misalnya, Anda pakar di dunia relationship, maka Anda bisa membangun fanbase yang besar, lalu membagikan konten-konten gratis seputar relationship itu sendiri.
Terus untuk monetize nya gimana? Nyari uangnya gimana? 
Anda bisa jualan baju couple, topi couple, casing custom, dan sebagainya.

Kemudian, yang kedua, yaitu SEO.
SEO itu sendiri adalah hasil pencarian di search engine atau mesin pencari seperti Google dan Bing. 
Nah, SEO itu sendiri adalah singkatan dari Search Engine Optimization, kata lainya adalah optimasi mesin pencari.
Ada banyak orang yang menggunakan berbagai cara untuk meningkatkan peringkat website mereka.

Mulai dari SEO On Page, seperti, Internal Linking, Keyword Density, Site Performance, Meta Tags, Title Tags, dan masih banyak lagi. 
Dan, ada SEO Off Page, seperti, Social Bookmarking, Blog Commenting, Directory Submission.

Namun, Anda tidak bisa membayar Google agar website Anda berada di peringkat pertama halaman pencarian.
SEO itu sendiri sangat menarik buat para pemilik bisnis online karena GRATIS.
Tidak ada yang lebih menarik bagi sebuah website, ketika kata kunci website tersebut bisa mejeng di halaman pertama Google.

Anda bisa bayangkan berapa banyak pengunjung yang akan berkunjung ke website Anda setiap harinya?
Apalagi kalau volume kata kunci tersebut itu besar.
Tapi, Google sendiri punya algoritma yang sangat kompleks untuk menentukan website dan kata kunci mana yang harus berada di peringkat pertama dan seterusnya.

Kalau Anda ingin bermain di SEO, maka pahami terlebih dahulu apa itu SEO.
Karena menggunakan SEO itu butuh waktu, butuh tenaga dan ujung ujungnya pasti butuh biaya juga.
Mungkin butuh waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk mencapai target ranking keyword yang Anda incar.

Selain itu, Google juga sering mengupdate algoritmanya sehingga bisa jadi dalam semalam semua usaha Anda menjadi sia-sia, karena update algoritma tersebut.
Mungkin Anda pernah mendengar istilah algoritma penguin atau panda?
Kalau Anda pernah mendengarnya, pasti Anda tahu bahwa Anda tidak bisa mengandalkan SEO sebagai satu-satunya sumber traffic bagi bisnis Anda. 
Tapi kalau Anda sudah bisa menguasai SEO itu sendiri, bisnis Anda pasti akan melejit.
Nah, apa sampai sini Anda sudah paham?

Kalau sudah paham, mari kita lanjut yang kedua yaitu metode berbayar atau Paid Traffic.
Kalau untuk yang berbayar, Anda bisa mengiklankan produk Anda di TV.
Atau memasang iklan Anda di Billboard. Atau mungkin Anda bisa mengundang blogger maupun vlogger untuk me-review restaurant Anda. 

Dan Anda juga bisa menggunakan Google Ads maupun Facebook Ads.
Nah, di Paid Traffic itu sendiri juga banyak macamnya.
Ada 3 metode Paid Traffic berdasarkan cara bayar yang pada umumnya kita kenal dengan istilah CPC atau Cost Per-Click.
Kemudian ada yang namanya CPM (Cost Per-Mille) dan Flat Rate.

Kalau Cost Per-Click itu biaya yang harus Anda bayar ketika iklan Anda di klik.
Misalkan CPC (Cost Per-Click) 1000 perak maka per-klik itu artinya Anda harus bayar 1000 perak.
Dan untuk Cost Per-Mille itu sendiri adalah biaya yang harus Anda bayar ketika iklan Anda dilihat orang.
Misalkan CPM (Cost Per-Mille) Anda 2000 maka ketika iklan Anda tayang 10.000 ribu kali, Anda harus bayar 20.000 ribu.

Iklan berbayar itu tidak se-horor yang orang-orang bayangkan.
Anda bisa memegang kendali penuh dengan cara setting budget harian atau setting nominal lelang atau bahkan menghentikan iklan kapanpun Anda mau.
Kalau saya sendiri lebih prefer menggunakan Paid Traffic, karena hasilnya yang instant.
Dan yang pasti dengan Paid Traffic Anda lebih cepat mendapatkan uang. 
Nah, bisa Anda lihat sendiri, sangat jelas bukan perbedaannya? 

Yang pasti dengan metode gratisan, Anda butuh lebih banyak effort dibandingkan metode berbayar.
Memang, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apa-apa, hanya saja Anda harus melakukan sesuatu secara berulang-ulang.
Kalau dengan metode berbayar Anda tidak perlu melakukan aktifitas yang berulang-ulang.

Namun, Anda harus mengeluarkan biaya untuk beriklan.
Tapi yang paling penting adalah Anda punya mentalitas yang dibutuhkan untuk pay-to-play dan play-to-win.
Dari pembahasan di atas bisa disimpulkan bahwa traffic merupakan hal terpenting dalam berbisnis.
Karena dari traffic tersebut Anda bisa mendatangkan banyak pengunjung ke halaman website maupun toko online Anda.
Dan Anda bisa memilih dua jenis traffic untuk digunakan, yaitu Free Traffic atau Paid Traffic.

Saya menyarankan Anda untuk fokus di Paid Traffic karena Paid Traffic itu sendiri mudah sekali untuk di scale.

Semoga bermanfaat 🙂

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *