Perfect Itu Tidak Nyata

  • Niche statement yang tidak jelas

Ketika awal saya memulai bisnis coaching saya, saya bilang ke audiens kalau saya akan mengajarkan mereka cara mendapatkan uang dari internet.

Tapi…

… Caranya gimana? 

… Lewat apa? 

… Kendaraannya apa? 

… Siapa saja yang bisa?

Akhirnya apa? Banyak orang yang kebingungan karena kurang jelas. Kalau Anda murid saya di PIPS (Passion Into Profit System) harusnya tidak melakukan kesalahan ini.

Tapi saya tetap move on. Pantang berhenti apalagi mundur!

  • Produk belum dibikin sama sekali. Yang penting dapetin klien dulu.

Ketika ada yang dm saya ingin belajar dari saya, saya langsung okein.

Saya memintanya untuk mengisi kuesioner dari saya dan saya menggunakan jawabannya untuk membuat beta program (4 sesi coaching).

Jualan dulu, baru bikin produk. Jangan terbalik. Framework ini juga saya ajarkan di dalam PIPS.

  • Program cuma dibikin 1 modul di awal. Sisanya menyusul.

Nah, setelah saya mulai mendapatkan klien saya bahkan tidak langsung menyelesaikan pembuatan program coaching saya.

Saya menerapkan sistem estafet dimana saya hanya akan membuka modul berikutnya setelah mereka menyelesaikan modul yang pertama.

Dari situ saya menggunakan waktu yang ada untuk menggali kebutuhan klien dan mengubahnya menjadi modul kedua ketiga dst yang memang sudah mereka nanti-nantikan.

It’s a WIN-WIN. Murid senang dengan materinya, saya ikut lega 😊

Masalah klasik yang sering dialami oleh kebanyakan orang adalah mereka menunggu semuanya perfect dulu. 

Percayalah, perfect itu tidak nyata. Yang nyata itu bayar tagihan tiap bulannya. 😂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *